"jika berfikir telah memahami buku hanya dengan sekali baca,maka fikirkan lagi bahwa kamu harus membaca buku itu lagi. seseorang yang benar-benar memahami isi dari satu buku harus membaca berkali-kali buku tersebut hingga memahaminya." hal itu menurutku juga berlaku dalam pertemanan. jika kamu melihat temanmu hanya dari satu sisi kehidupannya saja maka pasti pandanganmu tentang temanmu hanya sebatas sudut pandang itu saja. kamu harus melihat temanmu dari berbagai sudut pandang, memhaminya dari semua hal yang terjadi dalam hidupnya baru kamu akan benar-benar mengerti akan dirinya. orang yang humoris belum tentu kehidupanya juga selucu dan sesenang apa yang sering ia utarakan. bisa jadi di relung hati yang paling dalam ia merupakan pribadi yang sering merasa kesepian, sering menangis dan sering merasa bahwa tak punya tempat bersandar yang tepat. orang yang kelihatannya pendiam belum tentu tidak melakukan apa-apa dalam hidupnya. bisa jadi ia peraih medali emas olimpiade atau mungkin atlit berprestasi.
seseorang pernah berkata kepadaku "sebaik-baiknya teman baru masih baik teman lama". mungkin argumen dia memang benar karena teman lama sudah teruji seiring dengan pertambahan waktu dan usia. aku tidak mencoba mejadi teman yang serba tahu kehidupan temanku yang lain atau menjadi spesial di hidup mereka,tapi aku mencoba menjadi teman yang peduli satu sama lain. sering terfikir pertanyaan "bagaimana caramu memperlakukan temanmu? apakah mereka juga memperlakukanmu sama seperti yang kamu lakukan?".
sekarang mari lihat dari perspektif yang berbeda. "pernahkah kalian menanyakan kabar duluan kepada teman kalian? secara pribadi aku sering melakukan ini. biasanya kepada teman-teman jauh yang berada diluar provinsi. tetapi apakah teman-temanku yang lain melakukan hal yang sama? jawabannya cukup aku saja yang tahu. tapi jelas bukan seperti apa yang diharapkan :) lanjut ke pertanyaan kedua "apakah temanmu sering menelpon atau chattinga dengan dirimu? jawabannya hampir sama dengan yang diatas. biasanya aku yang seringkali memulai percakapan atau menelpon mereka. dan ini pertanyaan yang terkadang sering aku renungkan "apakah temanmu menghargai dirimu seperti kamu menghargai mereka? untuk yang satu ini aku belum tahu. hingga saat ini aku berusaha menghargai teman-temanku dengan tidak menyueki mereka saat dalam percakapan, tidak diam ketika dalam perbincangan ditelepon dan kadang-kadang bercanda untuk mencairkan suasana. ya untuk beberapa hal aku harap maklum apabila chat tidak dibalas segera atau telpon tidak diangkat. barangkali mereka sibuk.
terkadang aku sedikit kesal ketika banyak orang mengatakan aku sombong. mungkin dari dalam diri ini masih ada sedikit sifat tinggi hati yang terkadang tidak disadari. cuma apakah kalian benar-benar berfikir kalau aku yang salah? apakah kalian pernah menanyakan kabarku,apa kegiatanku sekarang? apakah harus selalu aku yang mulai tu semua? rasanya tidak juga. lucu ketika ada seorang mengatakan "jangan lupa oleh-olehnya" ketika aku berpergian keluar provinsi sedangkan dia sendiri tidak mendoakan aku selamat dijalan apalagi menanyakan kabarku :)
semua ini merupakan pengalaman pribadi. barangkali teman-teman yang membaca ini mengalami hal yang berbeda dengan orang-orang disekitarnya. ayo dari sekarang mulai lebih respek terhadap orang disekitar. mulai menanyakan kabar mereka dan mulai percakapan ringan. barangkali ada orang disekitamu yang kesepian dan membutuhkan teman bicara.
Curup, 25 Desember 2015
Reka Aprianita seorang gadis biasa-biasa saja yang baru mencoba untuk berkarya
#CMIIW ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar