Dear Boy,
Arif Rahman Hakim putra pertama bapak Salamun dan Ibu Ida.
10 tahun telah kita jalani sejak masih kecil, sebelum kita masuk TK kita sudah berteman. Ayahmu teman ayahku, ibumu teman ibuku adikmu teman adikku dan kamu sahabatku.
boy, mengingat kembali dirimu dan seluruh tingkah usilmu.
terkadang memberikan arti tersendiri. "rambut landak" itu julukan dari sejak kecil. saat sepulang TK selalu bersama-sama, berbagi bekal dan berbagi tawa. saat kita kembali bersama satu kelas di SD kelas lima karena kita sama-sama pindah dari sekolah lama, saat kita sekelas lagi waktu SMP di kelas 8B.
21 januari 2010 titik paling menyakitkan bagi diriku. saat itu aku baru 2 bulan kehilangan seorang Ayah dan aku harus kehilangan dirimu juga. berat memang tapi itulah yang terjadi. masih kuingat betul saat kau menjadi satu-satunya orang yang tersenyum saat melayat kerumahku, tanpa kutahu maksud dari senyumanmu itu.
hampir 6 tahun sejak aku kehilangan sahabat yang jahil sepertimu. disaat hari terakhirmu aku menerima pukulan di bahu yang sangat kuat dari dirimu dan kau dengan asyiknya memfoto orang sekelas.
bukan maksud untuk mengingat kembali luka lama. hanya saja karena kamu spesial maka kamu tak akan pernah bisa terlupakan. doaku untukmu boy semoga tempat terbaik Tuhan ada untukmu dan sampaikan juga rinduku pada Ayahku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar